UN 2012 KISI-KISI,JADWAL, TANYA JAWAB


Kata Pengantar

Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib melakukan penilaian selama dan setelah proses pembelajaran suatu kompetensi dasar atau standar kompetensi.

Ujian Nasional (UN) diselenggarakan dengan tujuan antara lain untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan peserta didik secara nasional, sebagai hasil dari proses pembelajaran dan  sekaligus untuk memetakan tingkat pencapaian hasil belajar siswa pada tingkat sekolah dan daerah.

Rapat Panitia Kerja UN DPR dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyepakati dan memutuskan bahwa UN 2012 akan dilaksanakan dengan menggunakan formula gabungan antara nilai sekolah/madrasah dan nilai UN, sebagaimana sudah diterapkan pada tahun 2011. Ini adalah suatu keputusan politik yang telah ditetapkan. Artinya, secara politis persoalan ada-tidaknya UN pada 2012 sudah terjawab.

Mengapa perlu suatu keputusan politik? Sebagai sebuah kebijakan publik yang menyentuh kepentingan rakyat banyak, keputusan politik menjadi hal yang penting. Dengan keputusan politik ini diharapkan, persoalan ada atau tidak ada UN tidak lagi manjadi bahan perdebatan yang berulang setiap  tahun, sehingga menghabiskan energi yang tidak perlu. Sudah waktunya evaluasi terhadap UN bukan lagi terletak pada perlu atau tidaknya UN, tapi pada masalah yang lebih substansial, yaitu bagaimana  meningkatkan  mutu  penyelenggaraan  dan  memanfaatkan  hasil  UN dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di seluruh tanah air. Peningkatan  dan  pemerataan  mutu  pendidikan  merupakan  tuntutan  yang mendesak, dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu SDM bangsa, yang sangat diperlukan di era globalisasi saat ini, dengan persaingan yang semakin ketat.

Buku Tanya Jawab ini disusun untuk memberikan gambaran secara lebih gamblang dan utuh kepada masyarakat luas, terutama semua pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan tentang maksud, tujuan, dan penyenggaraan UN. Melalui buku  ini  diharapkan  masyarakat  dapat  memperoleh  pemahaman  secara  lebih merata tentang pelaksanaan UN tahun 2012.

Buku ini disusun atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  dan  Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  (BSNP)  selaku penyelenggara UN.

Masukan dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini di masa depan sangat diharapkan. Semoga kehadiran buku ini bermanfaat dalam perjuangan kita bersama mencerdaskan kehidupan bangsa!

Jakarta, Desember 2011

Tim Penyusun

TANYA JAWAB PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

1.  Apa dasar hukum pelaksanaan UN?

a.  Undang-Undang  No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal  58  ayat  (2):  “Evaluasi  peserta  didik,  satuan  pendidikan,  dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan”.

b.  Peraturan  Pemerintah  No.  19  tahun  2005  tentang  Standar  Nasional

Pendidikan.

–     Pasal 63 ayat (1): Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;

b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

–     Pasal  66  ayat  (1):  Penilaian  hasil  belajar  sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi  lulusan  secara  nasional  pada  mata  pelajaran  tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional.

–     Pasal   66   ayat   (2):   Ujian   Nasional   dilakukan   secara   obyektif, berkeadilan, dan akuntabel.

–     Pasal 66 ayat  (3): Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.

–     Pasal  68:     Hasil  Ujian  Nasional  digunakan  sebagai  salah  satu pertimbangan untuk:

a.  pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;

b.  dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;

c.  penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan pendidikan;

d.  pembinaan  dan  pemberian  bantuan  kepada  satuan  pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

–     Pasal 69 ayat (1):  Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.

–     Pasal 69 ayat (2):  Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya.

–     Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti Ujian Nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

c.  Peraturan  Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Repulbik  Indonesia Nomor  59  tahun  2011  tentang  Kriteria  Kelulusan  Peserta  Didik  dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional.

2.  Apa tujuan penyelenggaraan UN?

UN bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.  Benarkah hasil UN dijadikan satu-satunya faktor penentu kelulusan?

Tidak  benar  jika  anda  anggapan  bahwa  hasil  UN  dijadikan  satu-satunya faktor penentu kelulusan adalah tidak benar. Kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan adalah:    (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas: (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (3) kelompok mata pelajaran estetika, dan (4) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; (c) lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (d) lulus ujian nasional.

Sejak tahun 2011 dengan telah ditetapkannya formula baru, nyata sekali bahwa hasil UN  bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan peserta didik dari sekolah/madrasah.

4.  Mengapa ditetapkan formula baru dalam penentuan kelulusan UN?

Penetapan dan pemberlakuan formula baru dimaksudkan untuk memenuhi harapan dan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat: supaya UN tidak memveto kelulusan siswa, ikut mempertimbangkan komponen proses dan hasil penilaian guru, dan mengembangkan suasana yang lebih kondusif  bagi peserta didik dalam menghadapi ujian dan bagi terwujudnya hasil ujian nasional yang kredibel dan objektif, yang sangat diperlukan dalam rangka pemetaan mutu, perumusan kebijakan, fasilitasi dan pemberian bantuan kepada sekolah dan daerah, dalam rangka  peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

5.  Bagaimana bentuk formula UN 2012?

Formula baru UN 2012 memberi pembobotan 40% untuk nilai sekolah/madrasah dan 60% untuk nilai UN. Nilai sekolah/madrasah diperoleh dari gabungan antara nilai ujian sekolah/madrasah dan nilai rata-rata rapor:

a.  untuk SD/MI dan SDLB semester 7 (tujuh) sampai dengan 11 (sebelas); b.  untuk SMP/MTs, dan SMPLB semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima); c.  untuk SMA/MA dan SMALB semester 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima);

d.  untuk SMK semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima);

dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M   dan 40% untuk nilai rata-rata rapor. Nilai gabungan ini selanjutnya disebut nilai sekolah/madrasah (NS/M), yang ikut diperhitungkan dalam penentuan kelulusan UN.

6.  Bagaimana dengan kelulusan peserta didik dalam UN?

Kelulusan peserta didik dalam UN ditentukan berdasarkan nilai akhir (NA), yang diperoleh dari nilai gabungan antara nilai sekolah/madrasah (NS/M) pada mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN (murni). Pembobotannya 40% untuk NS/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% untuk nilai UN.

Peserta didik SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).

7.  Apa kegunaan hasil UN?

Hasil UN digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (c) penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan (d) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan.

8.  Siapa yang berhak mengikuti US/M dan UN?

a. setiap peserta didik yang memenuhi syarat berhak mengikuti US/M dan UN. b. setiap peserta didik tunanetra, tunarungu, tunadaksa ringan, dan tunalaras

yang memenuhi syarat berhak mengikuti US/M dan UN.

c. peserta didik yang karena alasan tertentu dengan disertai bukti yang sah berhalangan mengikuti UN dapat mengikuti UN Susulan.

d. peserta didik yang tidak lulus US/M dan UN dapat mengikuti US/M dan UN tahun berikutnya sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam POS US/M atau POS UN.

9.  Apa persyaratan untuk mengikuti UN?

Untuk mengikuti UN, peserta didik harus memenuhi persyaratan:

a. telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu;

b. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun pertama sampai dengan semester I tahun terakhir; dan

10. Apa kewajiban peserta didik dalam US/M dan UN?

a.  berperilaku jujur, bekerja mandiri, dan hanya membawa alat  tulis yang diperlukan pada saat ujian berlangsung;

b.  tidak membawa alat komunikasi dalam bentuk apapun ke dalam ruang ujian;

c.    tidak menggunakan soal atau jawaban UN   yang diperoleh dengan cara tidak sah sebelum atau saat UN berlangsung;

d.  menandatangani pernyataan di tempat yang disediakan bahwa “tidak akan            melakukan   kecurangan   dalam   bentuk   apapun   ketika   UN berlangsung”.

11. Siapa yang terlibat dalam penyelenggaraan UN?

Dalam bentuk diagram dapat digambarkan penyelenggara UN dari tingkat pusat sampai dengan satuan pendidikan, unsur-unsurnya sebagai berikut:

Pusat Provinsi Kab/Kota SatuanPendidikan
1.  BSNP2.  Kemdikbud

3.  Kemenag

4.  MR-PTN

1.  Gubernur2.  PTN

3.  Dinas

Pendidikan

4.  Kanwil

Kemenag

5.  LPMP

6.  Instansi terkait

1.  Bupati/Walikota2.  PT

3.  Dinas

Pendidikan

4.  Kantor

Kemenag

1.  PT2.  Kepala

Sekolah

3.  Guru

4.  Pengawas

12. Apakah ada Ujian Ulangan?

Pada UN 2012 tidak ada ujian ulangan. Hal ini sebagai akibat dari penerapan formula baru dalam penentuan kelulusan.

13. Kapan jadwal pelaksanaan UN tahun 2012?

JADWAL PELAKSANAAN UN SMA/MA

No Hari dan

Tanggal

Jam

Mata pelajaran

Program

IPA

Program

IPS

Program

Bahasa

MA Program Keagamaan

1. UNSenin, 16

April 2012

08.00 –

10.00

Bahasa

Indonesia

Bahasa

Indonesia

Bahasa

Indonesia

Bahasa

Indonesia

UN Susulan Senin, 23April 2012
2. UNSelasa, 17

April 2012

08.00 –10.00

11.00 –

13.00

BahasaInggris

Fisika

BahasaInggris

Ekonomi

BahasaInggris

Bahasa

Asing

BahasaInggris

Tafsir

UN Susulan Selasa, 24April 2012
3. UNRabu, 18

April 2012

08.00 –

10.00

Matematika Matematika Matematika Matematika
UN Susulan Rabu, 25April 2012
4. UNKamis, 19

April 2012

08.00 –10.00

11.00 –

13.00

KimiaBiologi SosiologiGeografi AntropologiSastra

Indonesia

FikihHadis
UN Susulan Kamis, 26April

2012

JADWAL PELAKSANAAN UN SMK

No Hari dan Tanggal Jam Mata pelajaran
1. UN: Senin,  16 April 2012 08.00 – 10.00 BahasaIndonesia
UN Susulan: Senin,  23 April 2012
2. UN: Selasa, 17 April 2012 08.00 – 10.00 Bahasa Inggris
UN Susulan: Selasa, 24 April 2012
3. UN: Rabu,  18 April 2012 08.00 – 10.00 Matematika
UN Susulan: Rabu,   25 April 2012

JADWAL PELAKSANAAN UN SMALB

No Hari dan Tanggal Jam Mata pelajaran
1. UN: Senin,  16 April 2012 08.00 – 10.00 BahasaIndonesia
UN  Susulan:    Senin,       23  April2012
2. UN: Selasa, 17 April 2012 08.00 – 10.00 Bahasa Inggris
UN  Susulan:    Selasa,     24  April2012
3. UN: Rabu,  18 April 2012 08.00 – 10.00 Matematika
UN Susulan:   Rabu,         25 April2012

JADWAL PELAKSANAAN UN SMP/MTs, DAN SMPLB

No Hari dan Tanggal

Jam

Mata pelajaran
1. UN: Senin, 23 April 2012 08.00 – 10.00 Bahasa Indonesia
UN Susulan: Senin, 30 April 2012
2. UN: Selasa, 24 April 2012 08.00 – 10.00 Bahasa Inggris
UN Susulan: Selasa, 1 Mei 2012
3. UN: Rabu,  25 April 2012 08.00 – 10.00 Matematika
UN Susulan: Kamis, 3 Mei 2012
4. UN: Kamis, 26 April 2012 08.00 – 10.00 Ilmu PengetahuanAlam
UN Susulan: Jumat, 4 Mei 2012

JADWAL PELAKSANAAN UN SD/MI DAN SDLB

No Hari dan Tanggal Jam Mata pelajaran
1. UN: Senin, 7 Mei 2012 08.00 – 10.00 BahasaIndonesia
UN Susulan: Senin, 14 Mei 2012
2. UN: Selasa, 8 Mei 2012 08.00 – 10.00 Matematika
UN Susulan: Selasa, 15 Mei 2012
3. UN: Rabu, 9 Mei 2012 08.00 – 10.00 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Keterangan: UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.

14. Kapan pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan?

Sekolah/madrasah  mengumumkan  kelulusan  peserta  didik  dari  satuan pendidikan paling lambat:

a.  tanggal 26 Mei 2012 untuk SMA/MA dan SMK

b.  tanggal 2 Juni 2012 untuk SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB

c.  tanggal 20 Juni 2012 untuk SD/MI dan SDLB

15. Apa perbedaan signifikan antara UN tahun 2011 dan UN tahun 2012?

Perbedaan paling signifikan sedikitnya ada enam butir sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah:

No. Aspek TAHUN PELAJARAN Keterangan
2010/2011 2011/2012

1.

Jumlah Peraturan Menteri Ada dua  PeraturanMenteri

1. Permen 45 Tahun

2010 tentang Kriteria Peserta didik

2. Permen 46 Tahun

2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional

Hanya satuPeraturan Menteri

1. Permendikbud

Nomor 59 Tahun

2011 tentang Kriteria Kelulusan Peserta didik

dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Madrasah dan Ujian Nasional

Untuk efisiensi dan memudahkan sosialisasi

2.

KetentuanUmum

sama

sama

Istilah SKL diganti menjadi kisi-kisi

3.

KriteriaKelulusan

sama

sama

4.

Persyaratan Peserta didik mengikuti US/M dan UN

sama

sama

5.

Hak danKewajiban Kurang rinci Lebih rinci sanksi terhadap pelanggaran dieksplisitkan

6.

PenyelenggaraUS/M sama sama

7.

PenyelenggaraUN Sama sama

8.

Kisi-kisi soalUN •  Irisan berdasarkan kurikulum 1994,2004, dan standar isi •  Berdasarkan SK dan KD dalam Standar Isi Menggunakan prinsip penilaian pendidikan
•  Menjadi lampiranPermen •  Tidak menjadi lampiran Permen tetapi menjadi Keputusan BSNP

9.

Sanksi Kurang tegas Lebih tegas
10. Mata Pelajaran Nama dan jumlah sama Nama dan jumlah sama
11. Masa berlaku

1 Tahun

Tergantung kebutuhan

16. Sebagai  bagian  dari  evaluasi  pembelajaran,  bagaimanakah      bentuk- bentuk penilaian hasil belajar yang ada di sekolah/madrasah?

Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat (1), benrtuk-bentuk penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;

b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian oleh pendidik dalam bentuk nilai rapor, penilaian oleh satuan pendidikan dalam bentuk nilai ujiansekolah, dan penilaian oleh pemerintah dalam bentuk nilai ujian nasional.

17. Apakah  peran  sekolah/madrasah  dalam  penentuan  kelulusan  siswa dalam UN?

Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang diselenggarakan oleh BSNP. Sekolah/madrasah memiliki wewenang untuk menyelenggarakan ujian sekolah yang nilainya digabung dengan rata-rata nilai raport untuk menjadi nilai sekolah (NS). NS memiliki bobot 40 persen dalam menentukan kelulusan peserta didik pada setiap mata pelajaran UN.

18. Bagaimana penyelenggaraan Ujian Sekolah?

Ujian sekolah dilaksanakan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran. Ujian sekolah bisa berupa ujian teori dan/atau ujian praktik.

19. Dalam penyelenggaraan UN dengan instansi mana BSNP bekerjasama?

Sesuai dengan PP Tahun 2005 Pasal 67 ayat (2) BSNP bekerjasama dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah, Perguruan Tinggi Negeri, dan Pemerintah Provinsi,    dan Pemerintah Kabupaten/Kota, dan satuan pendidikan.

20. Apa  peran  dan  fungsi  perguruan  tinggi  dalam  penyelenggaraan  UN

2012?

Dalam penyelenggaraan UN 2012, BSNP berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MR-PTNI) menetapkan perguruan tinggi sebagai koordinator pengawas penyelenggaraan Ujian Nasional di daerah untuk SMA/MA dan SMK.

21. Apa tanggungjawab PTN?

Tanggungjawab PTN meliputi; (a) menjamin objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya; (b) melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Kantor Wilayah Kementrian Agama dalam penyelenggaraan UN; (c) menetapkan Pengawas satuan pendidikan di setiap sekolah/madrasah penyelenggara UN bersama Dinas Pendidikan; (d) menetapkan Pengawas ruang ujian bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kantor Kementrian Agama sebagai penyelenggara UN Kabupaten/Kota; (e) mengawasi percetakan dan pendistribusian bahan UN; (f) menjaga keamanan dan kerahasiaan penggandaan dan pendistribusian bahan UN;(g) menjaga keamanan dan kerahasiaan LJUN yang sudah diisi oleh  peserta  UN  serta  bahan  pendukungnya;  (h)  melakukan  pemindaian LJUN untuk SMA/MA dan SMK dengan menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh BSNP; (i) menjamin keamanan dan kerahasiaan proses pemindaian  LJUN;  (j)  menyerahkan  hasil  pemindaian  LJUN  ke Penyelenggara UN Tingkat Pusat; (k) menerapkan prinsip kejujuran, objektivitas, dan akuntabilitas pada semua proses penyelenggaraan UN; dan (l) membuat laporan pelaksanaan UN Tingkat Provinsi untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui BSNP yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi UN.

22. Siapa yang melakukan pengawasan di ruang ujian?

Pengawasan di ruang ujian dilakukan oleh tim pengawas yang terdiri dari guru-guru  yang  mata  pelajarannya  sedang  tidak  diujikan,  diatur  dengan sistem silang dalam satu kabupaten/kota, dan guru yang mata pelajarannya sedang diujikan tidak diperbolehkan berada di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN

23. Apa sanksi bagi peserta UN yang melakukan kecurangan?

Bagi peserta UN yang melanggar tata tertib diberi peringatan oleh pengawas ruang  UN.  Apabila  peserta  UN  telah  diberi  peringatan  dan  tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka pengawas ruang ujian mencatat dan mengusulkan peserta UN tersebut untuk dinyatakan gagal pada mata pelajaran yang diujikan tersebut. Catatan ini ditulis dalam berita acara.

Bagi pengawas UN yang melakukan kecurangan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

24. Siapa yang menanggung biaya pelaksanaan UN?

Biaya penyelenggaraan UN  menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Peserta didik tidak dibebani biaya apapun dalam penyelenggaraan UN.

25. Apakah nilai UN di tingkat SMA/MA/SMK dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi?

Hasil UN SMA/SMK/MA dapat dijadikan sebagai  bahan pertimbangan  untuk seleksi masuk ke perguruan tinggi. Itu sebabnya mulai tahun 2011 semua proses seleksi masuk perguruan tinggi baik yang bersifat mandiri maupun nasional  (SNMPTN)  harus  dilakukan  setelah  pengumuman  hasil  ujian nasional atau setelah peserta didik dinyatakan lulus.

26. Bagaimanakahproses penyusunan soal UN?

Soal dipilih dari bank soal sesuai dengan kisi-kisi UN. Kisi-kisi UN dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi   dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Proses pengembangan  soal  melibatkan  unsur-unsur  dosen  dari  perguruan  tinggi, guru mata pelajaran, anggota BSNP, dan pakar penilaian pendidikan.

27. Apakah setiap peserta ujian dalam satu ruang mendapatkan paket soal yang sama?

Tidak. Dalam UN tahun 2012, dalam satu ruang ujian   akan menerima 5 paket soal yang berbeda untuk menghindari kecurangan dan mewujudkan hasil UN yang jujur.

28. Mengapa diperlukan hasil UN yang jujur?

Hasil UN yang jujur diperlukan untuk menentukan kelulusan peserta didik dan memetakan pencapaian kompetensi lulusan secara tepat pada sekolah/madrasan dan daerah, sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Berdasarkan hasil pemetaan ini, dapat dirumuskan kebijakan yang tepat pada tingkat sekolah, daerah, dan nasional  untuk melakukan perbaikan-perbaikan

dan pemberian bantuan, dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

29. Kenapa    UN tidak dilaksanakan hanya pada satuan pendidikan yang telah memenuhi standar nasional?

Karena hasil UN harus bersifat  komparabel  antar  satuan pendidikan dan antar tahun